Selasa, 18 Maret 2014

Tercabik Masa Ini

Malam tak selalu hitam
Dibawah lampu temaram, parasmu masam
Masamu yang sempurna, tercabik masa ini

Baru sekilo meter perjalananmu, engkau terlihat lelah
Jalanmu masih panjang, beratus ribu kilo meter.

Aku pasti paham tentang masamu dulu
Tak pernah kau merasai ini
Tak pernah sekalipun kau jauh
Tak pernah sejenak pun sepi
Tak pernah juga kau terasing
Tak pernah rusak makan siangmu

Aku juga mengerti tentang masamu dulu
Ekspektasimu hedonis
Meski kau terjebak dalam hidup Sisifus
Itu semu

Dan saat ini, nyata bagimu……
 

***

Jumat, 14 Maret 2014

Kelud

Tak ada firasat apapun Jumat pagi itu
Sang kekasih mengirim pesan, “ada hujan abu”
Aku cek timeline, “Gunung Kelud erupsi”
Rasa khawatir tiba-tiba menyeruak tinggi

Hari yang resah, gundah gulana
Mata telinga fokus pada berita
Kabar bandara terus diburu
Berita maskapai ditunggu-tunggu

Soreku menjadi gamang
Tekad nekat untuk pulang
Melaju dijalanan dengan keraguan
Apa yang terjadi, itu takdir Tuhan

Tunggangan kusandar dan bergegas
Kumantapkan diri, emosiku mesti cerdas
Ada pesan tertulis, penerbangan dibatalkan
Kuangkat telpon, “Sayang, terbang tertunda pekan depan".